Disparity of the Waiting Period of the Capital Punishment Execution for Narcotics and Murder Cases in the Perspective of Human Rights

Djernih Sitanggang, Efa Laela Fakhriah

Abstract


Disparity of the waiting period of the capital punishment execution for narcotics and murder cases occurs as the legal consequence of the policy of the Indonesian Public Prosecution Service for prioritizing the execution of death row inmates in narcotics cases. The problem is how the analysis is in the perspective of Human Rights for such disparity of the waiting period for the execution of the death row inmates as a result of the Prosecutor's policy to prioritize the execution of the death row inmates in narcotics cases. This study uses a juridical normative method with the legislation and case approaches. The study's result concludes that disparity of the waiting period for the execution of death row inmates in narcotics and murder cases represents no protection and respect for human rights. There should be an implementing regulation that governs the waiting period of the execution of death row inmates to avoid the disparity, so that execution of death row inmates will be carried out to represent the human rights protection.

Keywords: Disparity, Waiting Period of Execution, Death Row Inmate, Human Rights


Full Text:

PDF

References


Arba’i, Y. A. (2015). Aku Menolak Hukuman Mati: Telaah Atas Penerapan Pidana Mati. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Aruro, P. (2016). Hukuman Mati Bagi Pengedar Narkotika Dalam Konteks UU N0.22 Tahun 1997 Dan Perubahan UU N0.35 Tahun 2009. Lex Administratum. 4 (3), 181- 188.

Barry, K. M. (2017). The Law of Abolition. Journal of Criminal Law and Criminology, 107 (4), 521-559.

Budiyono. (2009). Fungsi Lembaga Pemasyarakatan Sebagai Tempat Untuk Melaksanakan Pembinaan Dan Pelayanan Terpidana Mali Sebelum Dieksekusi. Jurnal Dinamika Hukum, 9 (3), 222-229.

Cassell, P. G. (2008). In Defense of the Death Penalty. ACJ Journal, 2 (1), 14-28.

Christianto, H. (2009). Tata Cara Pelaksanaan Pidana Mati bagi Terpidana Mati dalam Hukum Pidana. Jurnal Konstitusi. 6 (1), 25-38.

Effendy, M. (2005). Kejaksaan RI: Posisi dan Fungsinya dari Perspektif Hukum. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Eleanora, F. N. (2012). Eksistensi Pidana Mati Dalam Perspektif Hukum Pidana. Jurnal Hukum, 29 (3), 10-14.

Handayani, P. (2014). Tinjauan Psikologis Terhadap Hukuman Mati. Jurnal Refleksi Hukum. 8 (2), 195-206.

Hikmawati, P. (2016). Pidana Pengawasan Sebagai Pengganti Pidana Bersyarat Menuju Keadilan Restoratif. Jurnal Negara Hukum, 7 (1), 71-88.

Kholiq, M. A., & Wibowo, A. (2016). Penerapan Teori Tujuan Pemidanaan Dalam Perkara Kekerasan Terhadap Perempuan: Studi Putusan Hakim. Jurnal Hukum lus Quia Iustum, 23 (2), 186-205.

Latumaerissa, D. (2014). Tinjauan Yuridis Tentang Penerapan Ancaman Pidana Mati Dalam Tindak Pidana Korupsi. Jurnal Sasi. 20 (1), 8-18.

Lubis, T. M. (2005). Jalan Panjang Hak Asasi Manusia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Mohammad. (2011). Hukuman Mati Dan Hak Asasi Manusia Dalam Peraturan Perundang-Undangan. Jurnal Yustitia. 12 (1). 1-10.

Muzakkir, R., Faisal A., Ali, D. (2014). Pidana Mati Dalam Perspektif Peradilan Di Indonesia. Jurnal Ilmu I lukum. 2 (2), 67-76.

Peerenboom, R. (2005). Human Rights And Rule Of Law: What’s The Relationship?. Georgetown Journal of International Law. 36 (5), 1-52.

Purba, N. & Sulistyawati, S. (2015). Pelaksanaan Hukuman Mati: Perspektif Hak Asasi Manusia dan Hukum Pidana di Indonesia. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Rahmadan, D. (2010). Pidana Mali Ditinjau Dari Sudut Pandang Hak Asasi Manusia. Jurnal Ilmu Hukum. 1 (1), 134-156.

Rukman, A. A. (2016). Pidana Mati Ditinjau Dari Perspektif Sosiologis dan Penegakan HAM. Jurnal Equilibrium. 4 (1), 115-124.

Rukmini, M. (2007). Perlindungan HAM Melalui Asas Praduga Tidak Bersalah Dan Asas Persamaan Kedudukan Dalam Hukum Pada Sistem Peradilan Pidana Indonesia. Bandung: Alumni.

Soge, P. (2012). Tinjauan Yuridis Eksekusi Pidana Mati Di Indonesia. Yustisia Jurnal Hukum. 1 (3), 94-104.

Suharti, T. (2011). Tujuan Pemidanaan Dalam Undang-Undang Pornografi. Perspektif Journal, 16 (2), 128-137.

Sulistyo, H. D. (2014). Pidana Mati Di Indonesia. Media Soerjo, 14 (1), 35-51.

Usman. (2011). Analisis Perkembangan Teori Hukum Pidana. Jurnal Ilmu Hukum. 2 (1), 62-78.

Wahyudi, S. T. (2012). Problematika Penerapan Pidana Mati Dalam Konteks Penegakan Hukum Di Indonesia. Jurnal Hukum dan Peradilan. 1 (2), 207-234.

Zaidan. M. A. (2014). Norma, Sanksi Dan Teori Pidana Indonesia. Jurnal Yuridis, 1 (1), 107-124.

Zulfe, E. A. (2007). Menakar Kembali Keberadaan Pidana Mati: Suatu Pergeseran Paradigma Pemidanaan Di Indonesia. Lex Jumalica. 4 (2), 93-100.




DOI: http://dx.doi.org/10.20884/1.jdh.2019.19.1.1266

Refbacks

  • There are currently no refbacks.





JURNAL DINAMIKA HUKUMIndexed by :


 
Jurnal Dinamika Hukum
Faculty of Law, Universitas Jenderal SoedirmanCopyright of Jurnal Dinamika Hukum
Yustisia I Building, Room Number 111ISSN 2407-6562 (Online) ISSN 1410-0797 (Print)
Purwokerto, Central Java, Indonesia, 53122JDH is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License