Contempt of Court in Indonesia: The Meaning, Root of Problems and Its Alternative Solutions

Yayan Sopyan

Abstract


The independent, transparent, and accountable judicial power is a conditio sine quanon for a democratic nation of law. Judicial power is executed through the judiciary to enforce the law and justice. Case trading, controversial decisions disrupting the sense of justice, are the causes of declining judiciary authority. This study uses a normative legal research method with the existing legislation approach as a positive legal norm. The cause of the contempt of court in Indonesia is due to internal and external factors. The internal factors are those including the powerless independence and impartiality of judges, declining authority, decision quality, and integrity.  The latter are the community’s attitudes such as selfish, permissive, unable to control themselves, and disrespectl to the judiciary. The solution is the importance of improving the contempt of court law, restoring all decent functions of the judiciary, and educating the community to have legal awareness.

Keywords: contempt of court; legal awareness; judicial authority.


Full Text:

PDF

References


Abimayu, D. Et.al. (2017) Analisis Kebijakan Formulasi Tentang Perbuatan Yang Menghambat Proses Peradilan (Contempt of Court) Dalam Sistem Peradilan Indonesia. Poenale: Jurnal Bagian Hukum . 5 (3). 5-6.

Abraham, H. J. (1993) The Judicial Process. New York: Oxford University Press.

Adji, O.S & Indriyanto, I. (2007) PERPU Komisi Yudisial: “Intervensi atau Pembaharuan MA”, dalam Peradilan Bebas dan Contempy of Court. Jakarta: Diadit Media.

Afriana, A, et.al. (2018). Contempt of Court: Law Envorcement and Rule Models in Indonesia. Jurnal Hukum dan Peradilan. 7(3). 441 – 458

Agus, F. (2017). Drama sidang Setnov, kpk wanti-wanti Ada sanksi akting Sakit. Retrieved January 15, 2021, from https://www.cnnindonesia.com/nasional/20171214143307-12-262378/drama-sidang-setnov-kpk-wanti-wanti-ada-sanksi-akting-sakit

Anam, S. (2017). Sejumlah problem DALAM REKRUTMEN HAKIM. Retrieved January 03, 2021, from https://news.detik.com/kolom/d-3530576/sejumlah-problem-dalam-rekrutmen-hakim

Anggono, D. (2015). Ikhwal RUU contempt of court. Retrieved February 27, 2021, from https://news.detik.com/kolom/d-3086762/ikhwal-ruu-contempt-of-court

Artaji, A, et.al. (2018). Eksistensi Pranata Contempt of Court Dalam Peradilan di Indonesia. Jurnal Hukum dan Peradilan, 4 (2). 441-458.

Asril, S. (2016). Tingkat KEPERCAYAAN RENDAH, Ma LIBATKAN MASYARAKAT dalam Sistem Pengawasan Peradilan Halaman all. Retrieved February 27, 2021, from https://nasional.kompas.com/read/2016/09/29/13243451/tingkat.kepercayaan.rendah.ma.libatkan.masyarakat.dalam.sistem.pengawasan.peradilan?page=all

Asshiddiqie, J. (2015). Upaya Perancangan Undang-undang Tentang Larangan Merendahkan Martabat Pengadilan (Contempt of Court), Jurnal Hukum dan Peradilan. 4(2). 99-222.

Balck, H. C. (1968). Black’s Law Dictionary. St. Paul, Minn, West Publishing Co.

BeritaSatu.com. (2012). Mengadu Ke Ma, Hakim Minta KENAIKAN GAJI. Retrieved January 03, 2021, from https://www.beritasatu.com/nasional/41461/mengadu-ke-ma-hakim-minta-kenaikan-gaji

Crouch, H. (2010), Political Reform in Indonesia After Soeharto. Singapore: Institute of Southeast Asian Studies.

Detikcom, T. (2019). Dari 130 USULAN Sanksi Hakim NAKAL, MA Hanya tindaklanjuti 10 Nama. Retrieved January 18, 2021, from https://news.detik.com/berita/d-4836994/dari-130-usulan-sanksi-hakim-nakal-ma-hanya-tindaklanjuti-10-nama?_ga=2.88013968.989895961.1584555189-563557776.1572396381

DetikNews, -. (2006). Duhhh, Enaknya Jadi TOMMY... Retrieved January 27, 2021, from https://news.detik.com/berita/d-701098/duhhh-enaknya-jadi-tommy

Gatra, S. (2019). Desrizal Chaniago, Eks Pengacara Tomy WINATA yang PUKUL Hakim Divonis 6 Bulan penjara Halaman all. Retrieved January 03, 2021, from https://megapolitan.kompas.com/read/2019/12/17/12182051/desrizal-chaniago-eks-pengacara-tomy-winata-yang-pukul-hakim-divonis-6?page=all.

Hadi, U. (2018). Polisi usut Perusakan DI PN BANTUL. Retrieved January 18, 2021, from https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4088604/polisi-usut-perusakan-di-pn-bantul

Hasibuan, O. (2015). “Contempt of Court di Indonesia, Perlukah? (Contempt of Court in Indonesia, is it Required?)”, Jurnal Hukum dan Peradilan. 4(2). 267-274.

Hidayat, R. (2018). Peradilan Contempt of Court Dinilai Tak Cocok Diterapkan di Indonesia. Retrieved January 15, 2021, from https://www.hukumonline.com/berita/baca/lt5b1f8e6485019/peradilan-contempt-of-court-dinilai-tak-cocok-diterapkan-di-indonesia

Iqbal, M. (2018). Hakim PN tangerang Yang Kena ott KPK Divonis 5 Tahun Penjara. Retrieved January 27, 2021, from https://news.detik.com/berita/d-4186266/hakim-pn-tangerang-yang-kena-ott-kpk-divonis-5-tahun-penjara

Jeumpa, I. K. (2014). Contempt of Court: Suatu Perbandingan Antara Berbagai Sistem Hukum. Kanun Jurnal Ilmu Hukum, No. 62, Th.XVI. 147-176.

Johny, R. H. (2009). Contempt of Court (Kajian Tentang Ide Dasar dan Implementasinya dalam Hukum Pidana). Jurnal Dinamika Hukum. 9(2). 135-144.

Julijanti, S. D. (2008), Dalam Buku Fajrul Falaakh, Gagasan Amandemen Ulang UUD 1945 Suatu Rekomendasi. Jakarta KRHN

Keyzer, N. (1987), Contempt of Court, Bahan Ceramah di Badan Pembinaan Hukum Nasional, 17 Agustus 1987.

Khairo, F. (2017). Urgensi Contempt of Court dalam Meningkatkan Wibawa Peradilan Tata Usaha Negara di Indonesia, Jurnal Lex Librum, 4 (1). 597 - 604

Komisi Yudisial (2013) Risalah Komisi Yudisial Republik Indonesia, Cikal Bakal, Pelembagaan dan Dinamika Wewenang. Jakarta: Pusat Analisa dan Layanan Informasi Komisi Yudisial.

Komisi Yudisial, (2013) Grand Design Peningkatan Kapasitas Hakim. Jakarta: Biro Rekrutmen, Advokasi dan Peningkatan Kapasitas Hakim Pangaribuan, Luhut M., (1999) Soal Topeng di Persidangan, Wibawa Peradilan Telah Runtuh, Jakarta 1999.

Kuwado, F. (2019). Bagir Manan Sebut contempt of Court Karena Buruknya Kualitas peradilan. Retrieved January 03, 2021, from https://nasional.kompas.com/read/2019/08/01/16003561/bagir-manan-sebut-contempt-of-court-karena-buruknya-kualitas-peradilan.

Mangunhardjana, A. M. (1997), Isme-isme dalam Etika dari A sampai Z. Jogjakarta: Kanisius.

Marzuki , P. M. (2009). Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana.

Maullana, I. (2019). Desrizal Chaniago, Pengacara Tomy WINATA yang Aniaya Majelis dengan GESPER divonis Hari ini. Retrieved January 12, 2021, from https://megapolitan.kompas.com/read/2019/12/17/10134281/desrizal-chaniago-pengacara-tomy-winata-yang-aniaya-majelis-dengan-gesper

Meiliana, D. (2019). MA Sebut "contempt of court" Penghinaan pada Keadilan, Bukan Pengadilan Atau Hakim. Retrieved February 03, 2021, from https://nasional.kompas.com/read/2019/08/01/12411871/ma-sebut-contempt-of-court-penghinaan-pada-keadilan-bukan-pengadilan-atau.

Meiliana, D. (2019). Tiga Hal yang harus Kita Ketahui Soal "contempt of COURT" HALAMAN 2. Retrieved February 27, 2021, from https://nasional.kompas.com/read/2019/08/02/09061931/tiga-hal-yang-harus-kita-ketahui-soal-contempt-of-court?page=2

Mertokusumo, S. (2000). Hukum Acara Perdata Indonesia, Yogyakarta: Liberty.

Moleong, L. J. (2010), Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Posdakarya.

Mulyadi, L. (2015). Urgensi dan Prospek Pengaturan (Ius Contituendum) UU tentang Contempt of Court Untuk Menegakkan Martabat dan Wibawa Peradilan. Jurnal Hukum dan Peradilan. 4 (2). 275-298.

Mulyadi. (2014). Seraut Wajah Putusan Hakim Dalam Hukum Acara Pidana Indonesia, Perspektif, Teoritis, Praktis, Teknik Membuat & Permasalahannya. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Muqoddas, B. (2013) Membangun Komitmen Multi Pihak dalam Mewujudkan Lembaga Peradilan yang Mandiri, Profesional dan Berwibawa. Sebagaimana dikutip dalam Komisi Yudisial, Risalah Komisi Yudisial Republik Indonesia, Cikal Bakal, Pelembagaan dan Dinamika Wewenang, Jakarta : Pusat Analisa dan Layanan Informasi Komisi Yudisial.

Nawawi, A. B. (1996) Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana. Bandung : Citra Aditya Bakti.

Nugroho, S, et.al. (2017). “Pengaturan Tindak Pidana Contempt of Court Berdasarkan Sistem Hukum Pidana Indonesia” Diponegoro Law Journal. 6 (2). 1-16.

Pangaribuan, L. M. P, (1996), Advokat dan Contempt of Court: satu Proses di Dewan Kehormatan Profesi. Jakarta: Djambatan.

Person. (2006). Kolonel pembunuh Hakim AGAMA DIADILI. Retrieved January 03, 2021, from https://nasional.tempo.co/read/72391/kolonel-pembunuh-hakim-agama-diadili

Pompe, S. (2012), Runtuhnya Institusi Mahkamah Agung, Jakarta: Lembaga Kajian dan Advokasi untuk Independensi Peradilan.

Putri, Z. (2019). Kasus Dagang PERKARA, 2 Hakim PN Jaksel Didakwa Terima SUAP Ratusan Juta. Retrieved February 10, 2021, from https://news.detik.com/berita/d-4520140/kasus-dagang-perkara-2-hakim-pn-jaksel-didakwa-terima-suap-ratusan-juta

Raditya, I., & Ahsan, I. (2019). Pembunuhan Hakim Syafiuddin yang dirancang Tommy soeharto. Retrieved February 27, 2021, from https://tirto.id/pembunuhan-hakim-syafiuddin-yang-dirancang-tommy-soeharto-cPVT

Rasaid, M. N & Moleong (2003) Hukum Acara Perdata, cet. III, Jakarta: Sinar Grafika.

Ruslan, H. (2013). Mahkamah Konstitusi Diamuk Massa. Retrieved February 27, 2021, from https://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/13/11/14/mw8v5c-mahkamah-konstitusi-diamuk-massa

Samanatasinghar, J & Dash, M. (2017). Contempt of Court vis-à-vis Sumpreme Court’s Intherent Power Under Article 129 of India Constitution. International Journal of Current Research. 9 (7).54210-24212.

Saputra, A. (2016). MA Soal banyak HAKIM KENA OTT: Bila Tak bisa Dibina, Dibinasakan! Retrieved January 27, 2021, from https://news.detik.com/berita/d-4537522/ma-soal-banyak-hakim-kena-ott-bila-tak-bisa-dibina-dibinasakan

Saputra, A. (2019). Dipecat Karena Selingkuh, Bukti HAKIM militer Juga DI Bawah Pengawasan ky. Retrieved January 27, 2021, from https://news.detik.com/berita/d-4646084/dipecat-karena-selingkuh-bukti-hakim-militer-juga-di-bawah-pengawasan-ky

Saputra, A. (2020). Jokowi digugat KE PTUN karena Pecat HAKIM Pakai NARKOBA DAN SELINGKUH. Retrieved January 27, 2021, from https://news.detik.com/berita/d-4863410/jokowi-digugat-ke-ptun-karena-pecat-hakim-pakai-narkoba-dan-selingkuh

Sarip, S. (2019). Memaknai Delik dan Delik Tata Negara. DE LEGA LATA: Jurnal Ilmu Hukum, 4(1), 189-210.

Sitompul, J. M. (2015). Galaknya Sutan BHATOEGANA, marahi Hakim di persidangan. Retrieved January 12, 2021, from https://www.merdeka.com/peristiwa/galaknya-sutan-bhatoegana-marahi-hakim-di-persidangan.html

Soekanto, S. (1996) Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).

Subarkah, I, et.al. (2017), Law Enforcement to Offenders’ Rights Based on Contempt of Court. Yustisia. 6(3). 552-569.

Sumbar, A. (2013). KY Miliki REKAMAN Oc Kaligis Hina Hakim Agama. Retrieved January 03, 2021, from https://sumbar.antaranews.com/berita/38563/ky-miliki-rekaman-oc-kaligis-hina-hakim-agama

Supriyanto, H. (2004), Pemisahan Fungsi Keukasaan Eksekutif dan Yudikatif. Jurnal Legislasi Indonesia . 1 (1). 1-21.

Suriani, (2017). Pengaturan Hukum Pidana Terhadap Contempt of Court. Jurnal Pionir LPPM Universitas Asahan. 2 (3). 1-7.

Suseno, F. M. (1993) Etika Politik : Prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern. Jakarta : Gramedia.

Utomo, P (1992). Etika & Profesi, Jakarta : Gramedia.

Wagiman. W. (2008) Position Paper Advokasi RUU KUHP Seri 2 Contempt of Court Dalam Rancangan KUHP 2005, Jakarta: Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM).

Wirya, D. I M. (2020). Legal Reform Delik Contempt of Court dalam KUHP 2019. DIH: Jurnal Ilmu Hukum. 16 (2). 190-200.




DOI: http://dx.doi.org/10.20884/1.jdh.2020.20.1.2731

Refbacks

  • There are currently no refbacks.





JURNAL DINAMIKA HUKUM Indexed by :

 
Jurnal Dinamika Hukum
Faculty of Law, Universitas Jenderal SoedirmanCopyright of Jurnal Dinamika Hukum
Yustisia I Building, Room Number 111ISSN 2407-6562 (Online) ISSN 1410-0797 (Print)
Purwokerto, Central Java, Indonesia, 53122JDH is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License